Warisan budaya minuman tradisional dari Pulau Bangka
Tew Fu Sui (豆腐水) adalah minuman tradisional yang berasal dari Pulau Bangka, terutama ter kenal di kota Pangkalpinang. Minuman ini merupakan hasil perpaduan budaya antara masyarakat lokal Bangka dan komunitas pedagang Tionghoa yang datang ke pulau ini sejak abad ke-18.
Nama "Tew Fu Sui" berasal dari bahasa Hokien (dialek Cina) yang berarti "air kedelai" atau "susu kedelai". Tew (豆) = kacang/kedelai, Fu (腐) = susu/cairan, dan Sui (水) = air. Minuman ini dikenal juga dengan sebutan "Tae Hue" dalam dialek Cina lokal.
Tradisi membuat dan menyajual Tew Fu Sui telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad, menjadikannya bagian penting dari identitas kuliner Bangka.
Periode: 1780-1800an
Komunitas Tionghoa mulai berprofesi sebagai pedagang timah dan petani di Bangka. Mereka membawa tradisi membuat minuman dari kedelai dari China. Tew Fu Sui pertama kali dibuat menggunakan metode tradisional yang sederhana dengan alat-alat seadanya.
Periode: 1850-1900an
Tew Fu Sui mulai dijual di pasar-pasar tradisional Pangkalpinang dan menjadi minuman populer di kalangan pedagang dan buruh tambang. Perempuan-perempuan Cina mulai berjualan Tew Fu Sui di pagi dan malam hari sebagai sumber pendapatan utama keluarga.
Periode: 1900-1950an
Tew Fu Sui menjadi satupunya minuman populer di Bangka, terutama di kalangan masyarakat lokal. Beberapa warung khusus Tew Fu Sui mulai bermunculan di berbagai sudut kota. Minuman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya minum pagi masyarakat Bangka.
Periode: 1950-1980an
Dengan modernisasi dan kedatangan minuman baru dari luar, konsumsi Tew Fu Sui mulai menurun di kalangan generas i muda. Namun tetap bertahan sebagai minuman tradisional yang dicintai oleh kelompok usia tua dan pencinta kuliner lokal.
Periode: 1980-2000an
Mulai ada kesadaran untuk melestarikan warisan budaya lokal. Pemerintah dan komunitas lokal mempromosikan Tew Fu Sui sebagai bagian dari identitas kuliner Bangka. Media mulai meliput dan mendokumentasikan sejarah minuman tradisional ini.
Periode: 2000an-Sekarang
Tew Fu Sui mengalami kebangkitan berkat tren minuman organik dan tradisional. Media sosial dan website wisata kuliner mempromosikan minuman ini ke tingkat nasional dan internasional. Semakin banyak café dan warung muda yang menyajikan Tew Fu Sui dengan inovasi packaging dan varian rasa baru sambil tetap menjaga autentisitas.
Tradisi minum Tew Fu Sui pagi hari adalah ritual keluarga yang mempererat hubungan antar anggota keluarga. Biasanya dinikmati bersama sarapan dan camilan tradisional lainnya.
Selama berabad-abad, menjual Tew Fu Sui adalah pekerjaan utama wanita Bangka. Keahlian membuat Tew Fu Sui diwariskan dari ibu ke anak, menciptakan tradisi entrepreneur perempuan yang kuat.
Tew Fu Sui adalah contoh nyata perpaduan budaya antara tradisi Tiongkok dan lokal Bangka yang harmonis, mencerminkan pluralisme masyarakat Bangka yang toleran dan terbuka.
Tew Fu Sui adalah minuman yang paling dikenal sebagai simbol kuliner Bangka. Ketika orang menyebut Bangka, Tew Fu Sui adalah salah satu hal pertama yang terlintas di benak.
Cara membuat Tew Fu Sui yang authentic hanya diketahui oleh segelintir orang yang telah belajar langsung dari generasi sebelumnya, menjadikannya pengetahuan tradisional yang berharga.
Mencoba Tew Fu Sui adalah salah satu aktivitas kuliner yang wajib dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung ke Bangka untuk mendapatkan pengalaman autentik.
Beberapa nama legendaris telah dikenal di komunitas lokal sebagai pembuat Tew Fu Sui terbaik:
Dianggap sebagai penjual Tew Fu Sui paling terkenal di Pangkalpinang selama 40 tahun. Resepnya masih diikuti oleh generasi muda penjual Tew Fu Sui hingga hari ini. Warung beliau di Pasar Lama menjadi destinasi utama pencari Tew Fu Sui berkualitas tinggi.
Penjual Tew Fu Sui tertua yang masih aktif di Bangka. Beliau telah melatih puluhan orang dalam membuat Tew Fu Sui berkualitas. Beliau selalu menggunakan kedelai pilihan terbaik dan metode tradisional tanpa kompromi.
Peneliti dan penggemar Tew Fu Sui yang aktif mendokumentasikan sejarah dan resep-resep tradisional. Beliau telah menulis beberapa artikel tentang Tew Fu Sui dan terlibat dalam kampanye pelestarian warisan budaya ini.