Temukan resep otentik Tew Fu Sui yang telah diwariskan turun temurun dari Bangka
Cuci kedelai hingga bersih. Rendam kedelai dalam air selama 8-12 jam atau semalaman hingga empuk. Setelah direndam, buang air rendaman dan cuci kembali dengan air bersih.
Blender kedelai yang sudah ditiriskan dengan air secukupnya (sekitar 500 ml) hingga halus dan berbentuk bubur. Lakukan beberapa kali agar semua kedelai terblender sempurna.
Masukkan bubur kedelai ke dalam panci besar berisi 3 liter air. Panaskan sambil diaduk-aduk untuk mencegah lengket. Biarkan mendidih selama 30-45 menit sambil terus diaduk. Kurangi api agar tidak terlalu panas.
Saring hasil rebusan menggunakan kain tipis atau saringan khusus (disebut "saring susu kedelai"). Tekan-tekan agar cairan keluar maksimal. Ampas kedelai yang tersisa bisa digunakan untuk keperluan lain.
Tambahkan garam dan gula ke dalam susu kedelai yang telah disaring. Aduk rata sampai merata. Jika menginginkan wedang jahe, rebus jahe secara terpisah dan tambahkan ke dalam susu kedelai.
Sajikan Tew Fu Sui dalam keadaan hangat atau dingin sesuai selera. Bisa ditambahkan es batu untuk versi dingin. Tew Fu Sui dapat disimpan di lemari es hingga 3 hari.
Tambahkan beberapa sendok susu kental manis atau santan ke dalam susu kedelai yang sudah jadi.
Gunakan blender berkualitas tinggi untuk hasil yang lebih halus. Blender tradisional juga bisa digunakan dengan beberapa kali pengulangan.
Pilih kedelai berkualitas baik yang tidak cacat. Kedelai kuning lokal biasanya lebih baik dibanding impor untuk hasil tradisional.
Jangan terlalu lama merendam kedelai karena bisa menyebabkan fermentasi. Maksimal 12 jam adalah waktu ideal.